Kedewasaan Itu Prioritas Bukan Alternatif
Kedewasaan menurut KBBI yaitu : Matang Pikirian, Matang Pandangan, Tidak kecil lagi, Sudah sampai Umur, Sudah akil baligh, Mampu membedakan yang baik dan buruk.
Penulis setuju dengan yang dikatakan dalam kamus tersebut namun apa sih menurut kalian arti dari kedewasaan itu sendiri ? , Penulis Bersama tim telah melakukan penelitian tersebut pada hari minggu, 28 oktober 2018 berbarengan dengan hari sumpah pemuda terhadap seluruh siswa SMA IHBS putra yang berjumlah +- 320 siswa. Dengan menggunakan metode kuesioner tertutup penulis dan tim mengajukan 3 pertanyaan dalam kuesioner tersebut.
1. Menurut kalian apa sih arti kedewasaan itu ?
2. Menurut kalian apakah diri kalian sendiri sudah merasa dewasa ?3. Siapakah inspirator dalam hidup kalian ?
Total responden yang menjawad kuesioner tersebut hanya berjuklah +- 2/3 dari seluruh siswa ; 204 orang
Untuk pertanyaan pertama 104 dari 204 responden mengatakan bahwa arti dari kedewasaan itu sesuai dengan yang tertulis pada KBBI, sisanya 100 responden mengatakan definisi kedewasaan itu mencakup bijaksana dalam bertindak, memiliki sifat tanggung jawab, dan pengimplementasian dalam kehidupan sehari-hari, tau tempat bercanda dan serius dll.
Untuk pertanyaan kedua 59 dari 204 responden mengatakan bahwa diri mereka sudah cukup dewasa dan 141 dari 204 responden mengatakan belum cukup dewasa bahkan belum sama kali, dan sisanya 4 responden tidak mau berkomentar tentang diri mereka sendiri.
Untuk pertanyaan ketiga 90 responden mengatakan inspirator dalam hidup mereka adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihhi wa sallam dan para sahabatnya, 118 responden mengatakan orang tua mereka beserta keluarga terdekat mereka, 74 responden mengatakan para ilmuwan dan para tokoh terkenal, 18 responden mengatakan teman dan guru mereka sendiri, 28 responden mengatakan diri mereka sendiri dll.(untuk pertanyaan ketiga banyak responden yang memilih lebih dari 1 inspirator).
Sesuai data empiris ini bias kita simpulkan bahwa hampir sebagian besar siswa ihbs yang merasa belum cukup dewasa dalam diri mereka maka dari itu penulis akan memberikan beberapa pengertian tentang apa arti kedewasaan itu dan juga beberapa tips tentang bagaimana sih untuk meningkatkan kualitas kedewasaan dalam diri kita sendiri karena topik ini memiliki arti penting dalam kehidupan kita di masa yang akan mendatang. Berikut penjelasan yang penulis kutip dari http://konter.org/apa-arti-kedewasaan-dan-bagaimana-menjadi-dewasa.html yang telah di kembangkan oleh penulis sendiri menjadi Bahasa yang mudah dimengerti.
Apa Arti Kedewasaan dan Bagaimana Menjadi Dewasa ?
Memiliki sifat dewasa adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu. Sebaliknya jika seorang individu memiliki sifat kekanakan disitulah sumber dari berbagai masalah dalam kehidupan social. Menurut penulis pribadi kedewasaan itu adalah dimana seseorang bisa mengontrol apa-apa yang ada di dalam dirinya dan di sekitarnya. Kalau ada yang menginginkan
definisi singkat Dewasa itu D-E-W-A-S-A. kalau mau definisi yang komperehensif, dewasa adalah :
• Mau Menerima Nasihat Tentang Kebaikan
Ini adalah poin utama seseorang yang ingin memiliki sikap dewasa, karena nasihat itu untuk kebaikankanya dan juga untuk sekitarnya jika seseorang malah membuat iklim defensif ketika sedang diberi nasihat yang baik berarti orang itu di dalam dirinya masih di kuasai sebagian besar oleh Ego nya. Sebagai contoh ada seorang siswa yang sedang di nasihati oleh temannya sendiri karena orang ini telah melakukan perbuatan buruk kepada temannya dan ketika di beritahu bisa kita lihat dari intonasinya ketika merespon nasihat itu bisa dari raut wajahnya dll. karena sikap dewasa adalah peduli dengan kebaikan, mau mendekat kepada hal-hal yang baik
• Memiliki Kesadaran Atas Apa Yang Ia Lakukan
Orang yang memiliki sifat kedewasaan sadar akan apa yang ia ucapkan, lakukan, kemungkinan apa yang akan terjadi jika melakukan sesuatu, mengetahui yang terjadi dalam dirinya dan yang terjadi di sekitarnya.
• Memiliki Pemahaman Diri Yang Baik
Maksudnya kita mengetahui apa kelebihan kita dan apa kekurangan di dalam diri kita, apa yang harus di benahi dalam diri kita. Contoh jika kita merasa kurang berakhlak baik maka kita bergaul dengan teman-teman kita yang berakhlak baik, supaya kepribadian kita bisa berkembang sesuai dengan atmosfer sosial sekitar kita.
• Bagus Dalam Menahan Diri
Ini adalah salah satu poin bagus jika kita memilikinya. Bahkan kita sering melakukannya contohnya puasa. Sebenarnya apa esensi dari puasa itu sendiri ?, apakah sekedar menahan lapar dan haus ?, ya kali ! esensi dari puasa itu sebenarnya menahan hawa dan nafsu, dan cakupan dari kedua ini cukup luas untuk dibahas disini jadi kita singkat.
• Mempunyai Kemampuan Dan Memanage EGO
Nahh ini dia musuh bebuyutan dari kedewasaan “EGO”. Apa itu EGO ? , yaa umumnya kalian tahu lah maksudnya egoisme. Seorang individu harus memiliki kemampuan ini karena ini adalah salah satu penghambat untuk memiliki sifat kedewasaan. Maksud lebihnya hamper mirip dengan poin sebelumnya intinya “SABAR” aja….
• Mudah Dibuat Untuk Mengerti
Dengan kata lain tidak keras kepala atau Bahasa gaulnya “BATU”. Seperti poin pertama, yaaa terbukalah dengan orang lain tidak memiliki sifat dogmatisme. Contoh lainnya mudah meminta maaf karena kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki kelebihan ini makanya mudah sekali terjadi konflik yang terjadi karena hal-hal sepele seperti nyelak mandi dll.
• Melihat Dan Menyimpulkan Sesuatu Secara Proporsional
Maksudnya jadi orang tuh harus objektif bukan subjektif atau memandang suatu hal itu menggunakan kacamata kuda, hanya melihat ke 1 titik. Contohnya dalam menanggapi suatu
permasalahan jangan hanya mendengar 1 informasi saja kumpulkan sebanyak-banyak nya baru diolah menjadi data yang konkrit.
• Selalu Bersedia ‘Menyisakan’ Ruang Untuk Titik Temu
Yang Namanya seorang manusia pastilah dia pernah memiliki suatu masalah. Nah disaat itulah dia merelakan beberapa waktunya untuk mencari solusi agar masalah itu selesai dengan baik, dengan kata lain mudah untuk diajak ‘NEGO’.
• Melihat Situasi Dalam Bentuk Pilihan Atau Opsi-Opsi
Bisa dibilang mitigasi jika terjadi sesuatu, kita sudah memilah Sikap dan Respon terhadap sesuatu, kemudian mempertimbangkan opsi-opsi tersebut yang dianggap pilihan terbaik. Contohnya kita harus ngapain ketika di puji,ejek, dll. supaya sikap dan respon ini menjadi impulsif atau secara otomatis sikap dan respon kita keluar sesuai dengan situasi yang kita alami. Dan kita harus pintar-pintar memilah sikap dan respon ini supaya relevan dengan keadaan.
• Kedewasaan Yang Sempurna….
Bentuk kedewasaan yang terakhir ini sangat sulit dan hanya sedikit dari kita yang melakukannya tapi asalkan niat apapun bisa terjadi. Kedewasaan yang sempurna adalah disaat orang menyakiti diri kita, kita berusaha untuk memahami dan memaklumi situasinya dan tidak membalah menyakiti. Jadi sebenarnya apa susahnya sih untuk bersikap acuh tak acuh terhadap hal seperti ini toh kita juga yang dapet pahalanya kan ?. tapi yang terbaik adalah kita menanggapinya dengan suka cita lalu kita menasihatinya bahwa perbuatan ini tidak baik kan dapet pahala juga ya kan ?, masa mau diri kita di hinakan oleh orang lain mau di taro dimana harga diri ktia ?.
• Apakah Kedewasaan Atau Sikap Dewasa Bisa Selalu Bekerja ?
Yaa tergantung situasinya, contohnya jika dalam suatu kelompok yang berisikan orang-orang yang masih memilki sifat kekanak-kanakan bisa saja kita terpengaruh juga atau bisa dibilang konformitas terhadap iklim di situ. Sebaliknya jika kita berada di dalam komunitas yang menjunjung tinggi nilai kedewasaan, maka kedewasaan anda distu akan terasah lagi dan pastinya akan di apresiasi oleh komunitas tersebut. Sebuah keadaan baik di dalam diri, akan lebih mudah dicapai jika kita berada di dalam lingkungan yang mendukung hal tersebut. Supaya kita lebih mudah menjadi pribadi yang dewasa tentu saja sebaiknya kita bergaul dengan individu-individu yang kita anggap dewasa. Karena lingkungan yang tepat itu akan membantu kita melewati proses-proses yang sulit dari menjadi pribadi yang dewasa. Jadi jika kita ingin menjadi pribadi yang dewasa, berusahalah selektif dalam memilih teman dan lingkungan kita karena mereka lah yang menjadi agen sosialisasi kita dalam hal ini.
(Raihan Fadillah, XII IPS)
