:::: MENU ::::

Sebuah wadah baru untuk mendukung daya kreativitas dalam bidang menulis

Rabu, 13 Februari 2019

Bismillah...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Era globalisasi sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Pada era ini, segala bentuk informasi mampu menembus dinding yang tebal sekalipun. Hal ini merupakan analogi sebuah pisau bermata dua. Di satu sisi menjadi hal yang positif karena mampu menumbuhkembangkan potensi manusia, tetapi di satu sisi mampu merusak manusia tersebut. Jika kita tidak mempersiapkan dan melakukan tindakan pencegahan dengan baik, sangat mungkin generasi saat ini akan merasakan dampak yang buruk di masa depan.

Menilik hal tersebut, banyak pihak yang terlibat dalam perubahan ini. Orang tua, guru, sekolah, lingkungan masyarakat memiliki andil dalam perubahan. Pendidik sebagai agen perubahan, harus mampu merancang dan merekayasa proses pembelajaran di ruang kelas bahkan di luar kelas. Seorang pendidik harus mampu melihat potensi yang ada dalam peserta didik. Seandainya potensi tersebut lemah bahkan tidak ada, tugas pendidik untuk membangun dan menumbuhkan serta mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik.


Banyak peserta didik yang belajar di IHBS memiliki potensi menulis, hanya saja belum diwadahi secara spesifik dan berkelanjutan sehingga daya tulis tersebut tidak terarah. Di sini, kami menginginkan pembaharuan program untuk mewadahi kegiatan tersebut. Hal ini juga dilandasi semangat yang sudah tertulis jelas dalam Pedoman Akademik SMA IHBS tahun pelajaran 2018-2019, yaitu:
  1. Pada bagian visi tertulis jelas, menjadi lembaga pendidikan Islam maju dan bermutu bermanhaj salafus shalih. 
  2. Pada bagian misi nomor enam yang berbunyi menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menumbuhkan bakat dan minat peserta didik. 
  3. Pada bagian Standar Kompetensi Lulusan SMA IHBS dalam indikator dimensi sikap berbunyi, Jujur dan rendah hati, tidak bergantung pada orang lain, peduli terhadap kesulitan orang lain, dan peka terhadap lingkungan sekitar. 
  4. Indikator dimensi pengetahuan berbunyi, memiliki pola pikir yang ilmiah dalam memecahkan masalah, memahami kaidah penulisan karya ilmiah, memiliki wawasan yang luas dan bersikap kritis. 
  5. Pada bagian indikator dimensi keterampilan berbunyi, memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, berprestasi dalam kompetisi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, menghasilkan karya ilmiah, mampu menjuarai perlombaan. 

Untuk itu, kami tergugah, gelisah dan khawatir jika ini terus berlanjut dan tidak difasilitasi akan menjadikan generasi yang tidak memiliki daya pikir kreatif, wawasan luas, dan semangat untuk merubah diri dan dunia karena dengan menulis seseorang mampu merubah dunia.
Dibentuknya ekstrakulikuler baru yang bisa dinamakan “Kelas Bahasa Indonesia”, diharapkan menjadi wadah peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi menulisnya. Baik menulis sastra atau nonsastra. Tujuan dibentuknya kelas ini untuk membiasakan. Jika santri sudah terbiasa menulis, karya tersebut harus dipublikasikan. Peserta didik akan merasakan pengalaman yang berbeda. Dengan memiliki pengalaman tersebut, kami sangat mengharapkan ada perubahan dan ada hal baik yang muncul atas dibentuknya wadah ini. Untuk itu, pihak sekolah dan lembaga dapat melihat kebermanfaatan dari program baru ini. Untuk kemajuan bersama, kemajuan peserta didik, pendidik, dan sekolah. 
Setelah melalui beberapa pertimbangan, alhamdulillah, pada tanggal 9 Februari 2019 telah dibuka ekstrakulikuler baru di sebuah lembaga pendidikan yang bernama SMA Ibnu Hajar Boarding School. Program ekstrakulikuler ini merupakan suatu wadah kreatif para santri dalam bidang menulis. Mudah-mudahan dengan dilahirkannya ekstrakulikuler ini dapat menjadi suatu cara untuk menumbuhkan daya literasi yang unggul di lingkungan SMA Ibnu Hajar Boarding School.

Sekian sedikit pengantar dari kami, terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
A call-to-action text Contact us