:::: MENU ::::

Sebuah wadah baru untuk mendukung daya kreativitas dalam bidang menulis

Senin, 18 Maret 2019

Kedewasaan Itu Prioritas Bukan Alternatif
Kedewasaan menurut KBBI yaitu : Matang Pikirian, Matang Pandangan, Tidak kecil lagi, Sudah sampai Umur, Sudah akil baligh, Mampu membedakan yang baik dan buruk.
Penulis setuju dengan yang dikatakan dalam kamus tersebut namun apa sih menurut kalian arti dari kedewasaan itu sendiri ? , Penulis Bersama tim telah melakukan penelitian tersebut pada hari minggu, 28 oktober 2018 berbarengan dengan hari sumpah pemuda terhadap seluruh siswa SMA IHBS putra yang berjumlah +- 320 siswa. Dengan menggunakan metode kuesioner tertutup penulis dan tim mengajukan 3 pertanyaan dalam kuesioner tersebut.
1. Menurut kalian apa sih arti kedewasaan itu ?
2. Menurut kalian apakah diri kalian sendiri sudah merasa dewasa ?
3. Siapakah inspirator dalam hidup kalian ?
Total responden yang menjawad kuesioner tersebut hanya berjuklah +- 2/3 dari seluruh siswa ; 204 orang
Untuk pertanyaan pertama 104 dari 204 responden mengatakan bahwa arti dari kedewasaan itu sesuai dengan yang tertulis pada KBBI, sisanya 100 responden mengatakan definisi kedewasaan itu mencakup bijaksana dalam bertindak, memiliki sifat tanggung jawab, dan pengimplementasian dalam kehidupan sehari-hari, tau tempat bercanda dan serius dll.
Untuk pertanyaan kedua 59 dari 204 responden mengatakan bahwa diri mereka sudah cukup dewasa dan 141 dari 204 responden mengatakan belum cukup dewasa bahkan belum sama kali, dan sisanya 4 responden tidak mau berkomentar tentang diri mereka sendiri.
Untuk pertanyaan ketiga 90 responden mengatakan inspirator dalam hidup mereka adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihhi wa sallam dan para sahabatnya, 118 responden mengatakan orang tua mereka beserta keluarga terdekat mereka, 74 responden mengatakan para ilmuwan dan para tokoh terkenal, 18 responden mengatakan teman dan guru mereka sendiri, 28 responden mengatakan diri mereka sendiri dll.(untuk pertanyaan ketiga banyak responden yang memilih lebih dari 1 inspirator).
Sesuai data empiris ini bias kita simpulkan bahwa hampir sebagian besar siswa ihbs yang merasa belum cukup dewasa dalam diri mereka maka dari itu penulis akan memberikan beberapa pengertian tentang apa arti kedewasaan itu dan juga beberapa tips tentang bagaimana sih untuk meningkatkan kualitas kedewasaan dalam diri kita sendiri karena topik ini memiliki arti penting dalam kehidupan kita di masa yang akan mendatang. Berikut penjelasan yang penulis kutip dari http://konter.org/apa-arti-kedewasaan-dan-bagaimana-menjadi-dewasa.html yang telah di kembangkan oleh penulis sendiri menjadi Bahasa yang mudah dimengerti.
Apa Arti Kedewasaan dan Bagaimana Menjadi Dewasa ?
Memiliki sifat dewasa adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu. Sebaliknya jika seorang individu memiliki sifat kekanakan disitulah sumber dari berbagai masalah dalam kehidupan social. Menurut penulis pribadi kedewasaan itu adalah dimana seseorang bisa mengontrol apa-apa yang ada di dalam dirinya dan di sekitarnya. Kalau ada yang menginginkan
definisi singkat Dewasa itu D-E-W-A-S-A. kalau mau definisi yang komperehensif, dewasa adalah :
• Mau Menerima Nasihat Tentang Kebaikan
Ini adalah poin utama seseorang yang ingin memiliki sikap dewasa, karena nasihat itu untuk kebaikankanya dan juga untuk sekitarnya jika seseorang malah membuat iklim defensif ketika sedang diberi nasihat yang baik berarti orang itu di dalam dirinya masih di kuasai sebagian besar oleh Ego nya. Sebagai contoh ada seorang siswa yang sedang di nasihati oleh temannya sendiri karena orang ini telah melakukan perbuatan buruk kepada temannya dan ketika di beritahu bisa kita lihat dari intonasinya ketika merespon nasihat itu bisa dari raut wajahnya dll. karena sikap dewasa adalah peduli dengan kebaikan, mau mendekat kepada hal-hal yang baik
• Memiliki Kesadaran Atas Apa Yang Ia Lakukan
Orang yang memiliki sifat kedewasaan sadar akan apa yang ia ucapkan, lakukan, kemungkinan apa yang akan terjadi jika melakukan sesuatu, mengetahui yang terjadi dalam dirinya dan yang terjadi di sekitarnya.
• Memiliki Pemahaman Diri Yang Baik
Maksudnya kita mengetahui apa kelebihan kita dan apa kekurangan di dalam diri kita, apa yang harus di benahi dalam diri kita. Contoh jika kita merasa kurang berakhlak baik maka kita bergaul dengan teman-teman kita yang berakhlak baik, supaya kepribadian kita bisa berkembang sesuai dengan atmosfer sosial sekitar kita.
• Bagus Dalam Menahan Diri
Ini adalah salah satu poin bagus jika kita memilikinya. Bahkan kita sering melakukannya contohnya puasa. Sebenarnya apa esensi dari puasa itu sendiri ?, apakah sekedar menahan lapar dan haus ?, ya kali ! esensi dari puasa itu sebenarnya menahan hawa dan nafsu, dan cakupan dari kedua ini cukup luas untuk dibahas disini jadi kita singkat.
• Mempunyai Kemampuan Dan Memanage EGO
Nahh ini dia musuh bebuyutan dari kedewasaan “EGO”. Apa itu EGO ? , yaa umumnya kalian tahu lah maksudnya egoisme. Seorang individu harus memiliki kemampuan ini karena ini adalah salah satu penghambat untuk memiliki sifat kedewasaan. Maksud lebihnya hamper mirip dengan poin sebelumnya intinya “SABAR” aja….
• Mudah Dibuat Untuk Mengerti
Dengan kata lain tidak keras kepala atau Bahasa gaulnya “BATU”. Seperti poin pertama, yaaa terbukalah dengan orang lain tidak memiliki sifat dogmatisme. Contoh lainnya mudah meminta maaf karena kebanyakan masyarakat Indonesia tidak memiliki kelebihan ini makanya mudah sekali terjadi konflik yang terjadi karena hal-hal sepele seperti nyelak mandi dll.
• Melihat Dan Menyimpulkan Sesuatu Secara Proporsional
Maksudnya jadi orang tuh harus objektif bukan subjektif atau memandang suatu hal itu menggunakan kacamata kuda, hanya melihat ke 1 titik. Contohnya dalam menanggapi suatu
permasalahan jangan hanya mendengar 1 informasi saja kumpulkan sebanyak-banyak nya baru diolah menjadi data yang konkrit.
• Selalu Bersedia ‘Menyisakan’ Ruang Untuk Titik Temu
Yang Namanya seorang manusia pastilah dia pernah memiliki suatu masalah. Nah disaat itulah dia merelakan beberapa waktunya untuk mencari solusi agar masalah itu selesai dengan baik, dengan kata lain mudah untuk diajak ‘NEGO’.
• Melihat Situasi Dalam Bentuk Pilihan Atau Opsi-Opsi
Bisa dibilang mitigasi jika terjadi sesuatu, kita sudah memilah Sikap dan Respon terhadap sesuatu, kemudian mempertimbangkan opsi-opsi tersebut yang dianggap pilihan terbaik. Contohnya kita harus ngapain ketika di puji,ejek, dll. supaya sikap dan respon ini menjadi impulsif atau secara otomatis sikap dan respon kita keluar sesuai dengan situasi yang kita alami. Dan kita harus pintar-pintar memilah sikap dan respon ini supaya relevan dengan keadaan.
• Kedewasaan Yang Sempurna….
Bentuk kedewasaan yang terakhir ini sangat sulit dan hanya sedikit dari kita yang melakukannya tapi asalkan niat apapun bisa terjadi. Kedewasaan yang sempurna adalah disaat orang menyakiti diri kita, kita berusaha untuk memahami dan memaklumi situasinya dan tidak membalah menyakiti. Jadi sebenarnya apa susahnya sih untuk bersikap acuh tak acuh terhadap hal seperti ini toh kita juga yang dapet pahalanya kan ?. tapi yang terbaik adalah kita menanggapinya dengan suka cita lalu kita menasihatinya bahwa perbuatan ini tidak baik kan dapet pahala juga ya kan ?, masa mau diri kita di hinakan oleh orang lain mau di taro dimana harga diri ktia ?.
• Apakah Kedewasaan Atau Sikap Dewasa Bisa Selalu Bekerja ?
Yaa tergantung situasinya, contohnya jika dalam suatu kelompok yang berisikan orang-orang yang masih memilki sifat kekanak-kanakan bisa saja kita terpengaruh juga atau bisa dibilang konformitas terhadap iklim di situ. Sebaliknya jika kita berada di dalam komunitas yang menjunjung tinggi nilai kedewasaan, maka kedewasaan anda distu akan terasah lagi dan pastinya akan di apresiasi oleh komunitas tersebut. Sebuah keadaan baik di dalam diri, akan lebih mudah dicapai jika kita berada di dalam lingkungan yang mendukung hal tersebut. Supaya kita lebih mudah menjadi pribadi yang dewasa tentu saja sebaiknya kita bergaul dengan individu-individu yang kita anggap dewasa. Karena lingkungan yang tepat itu akan membantu kita melewati proses-proses yang sulit dari menjadi pribadi yang dewasa. Jadi jika kita ingin menjadi pribadi yang dewasa, berusahalah selektif dalam memilih teman dan lingkungan kita karena mereka lah yang menjadi agen sosialisasi kita dalam hal ini.

(Raihan Fadillah, XII IPS)

IMF 2K18
Sebelumnya kami dari segenap panitia mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada angkatan 4,5 dan 6 SMA ihbs yg sudah banyak membantu kami dan ikhlas dalam menjadi kepanitiaan dalam acara ini.tak lupa pula ribuan terimakasih kami ucapkan kepada pihak sponsorship yang sudah mebantu dan memperlancar acara ini.dan yang terakhir kami ingin megucapkan banyak terimakasih kepada seluruh SMA/MA/SMK yang sudah berpartisipasi dan memeriahka acara ini.
IMF 2K18 merupakan program tahunan yang diadakan oleh osis sma ihbs sejak tahun 2016.ide acara pada tahun ini telah di rencanakan sudah dari akhir tahun 2017.tahun ini kami mengambil tema ”learning from the past” yang dimana tema tahun sebelumnya yaitu “the future is facing us”.berkaitan dengan tema tahun ini yang berarti “belajar dari masa lalu”,yang mana dari acara-acara sebelumnya kami belajar bagaimana cara melakukan “event organization” yaitu sebagai ajang para siswa bagaimana mereka menciptakan relasi-relasi terhadap perusahaan-perusahaan luar maupun orang-orang luar yang bekerja sama dalam acara ini.
Pada awalnya kami sangat bingung bagaimana sih bisa melaksanakan acara besar seperti ini,walaupun sudah memiliki ilmu sedikit dari acara tahun lalu sebagai panitia pada acara fest2i,dan disitulah kami di didik supaya kami memeiliki ilmu untuk menghadapi masa depan kami  yang pasti tidak akan lepas dari yang namanya bersosial yang sebenarnya,karena jika tidak memiliki ilmu terapan ini bagaimana anda akan  menghadapi kehidupan yang sebenarnya?.
Kami ditantang dalam acara ini bagaimana  mengambil keputusan yang rasional yang menjadi keputusan terbaik bagi kelangsungan acara ini,mulai dari mencari kerja sama sponsorship,pembagian tugas untuk para panitia,menghadapi krisis finansial dan masih banyak yang lainya.tapi karena masalah itulah kami bisa belajar banyak tentang apa itu “event organization”tersbut.
Sebenarnya tujuan utama di adakannya acara ini tak lain dan tak bukan untuk media penyaluran kreativitas para siswa ihbs ini,karena mau disalurkan kemana lagi jika tidak ke acara seperti ini.dan kami berharap semoga dari diadakannya acara ini banyak bisa mengambil hal positif bagi para siswa ihbs dan siswa SMA/MA/SMK yang ikut serta dalam acara ini.
Di acara ini kita mengadakan berbagai jenis lomba baik akademik maupun non akademik,yang akademik seperti sepeech dan musabaqoh hifdzil qur’an yang diadakan di SMA ihbs adapun yang non akademik seperti futsal dan basket yang diadakan di GOR PKP.
Alhamdulillah acara ini cukup berjalan dengan lancar dan meriah yang di ikuti dan di meriahkan lebih dari 30 SMA/MA/SMK di seluruh jabodetabek dan sekitarnya.semoga di acara tahun depan jauh lebih sukses dari pada tahun ini.

(Jadwa, XII IPS)

Jumat, 15 Maret 2019


 Asa yang Tak Putus
Pagi itu adalah jadwal penjengukan bagi kami. Tetapi tidak semua dari kami dijenguk, terutama aku dan beberapa temanku yang akan bertanding siang ini. Kami akan bertanding di salah satu sekolah berasrama di daerah Parung, Bogor. SMA Dwiwarna namanya. Aku dan tiga orang temanku bertolak dari sekolah lebih awal. Pukul 7 pagi kami sudah duduk manis di dalam mobil Wahyu dan tak lama kami pun berangkat. Aku berharap tak terlambat, karena ada Opening Ceremony yang harus kami hadiri.
                Upacara Pembukaannya cukup baik, walau ada beberapa kesalahan teknis, tapi tak apa. Beberapa jam berlalu, teman se-timku datang menyusul dengan bebarapa orang official tim dengan menggunakan bus. Kami kemudian berkumpul dan langsung mengganti pakaian dengan jersey. Pertandingan pertama, SMA Ibnu Hajar melawan SMA 1 Ciomas. Seketika ketegangan mulai terasa, tetapi pelatih kami, Coach Bayu, datang menenangkan dan menyemangati. Setelah melakukan pemanasan, lima orang pemain pertama masuk ke lapangan. Salah satunya adalah aku, tak akan ku kecewakan tim ku.
Pertandingan lumayan menegangkan, skor kami saling berkejaran. Tak terlihat kepasrahan di wajah teman - teman ku, kami tetap berjuang. Tak lama, skor kami menjauh, SMA Ibnu Hajar menang. Kami bahagia. Sejenak, bahagia itu sirna. Masih ada satu pertandingan lagi sore ini. Kami pun segera beristirahat, tak ingin kami kelelahan di pertandingan selanjutnya.
SMA Masudirini melawan SMA Ibnu Hajar adalah pertandingan kedua kami. Mereka kebanyakan memiliki postur tubuh yang lumayan besar. Kami tak gentar. Kali ini, semangat kami membara. Karena jika menang, kami akan lolos ke banak semifinal. Lagi – lagi pertandingan cukup panas. Sesekali skor kami tertingal , namun tak lama kami kembali mengejar. Sampai di akhir quarter ke – 4, skor kami (19 - 21). Kami menang. Awalnya, aku sedikit tidak percaya, aku kira Ibnu Hajar lah yang kalah, namun kenyataan berkata lain. Tak lupa kami mengucap syukur dan langsung bergegas pulang.
Empat hari telah berlalu. Sempat satu kali kami latihan dan beberapa kali latihan fisik, dan hari itu pun tiba. Semifinal. Kami bertolak pukul 8 pagi, aku sampai di SMA Dwiwarna lebih lambat dari yang lainnya. Kepalaku sedikit pusing, mabuk kendaraan mungkin. Teman – temanku kebanyakan sudah siap dengan jersey mereka. Aku dan beberapa orang lainnya langsung bergegas dan bersiap. Di semifinal ini, lawan kami mungkin sedikit sulit. SMA Dwiwarna A, yang merupakan tuan rumah. Gemuruh di lapangan mulai terdengar dari kejauhan. Setelah diberi arahan oleh Coach Bayu dan berdoa, kami langsung turun ke lapangan. Disana, pendukung tim tuan rumah terlihat sudah memenuhi tribun. Akan tetapi, tak ada ragu di hati kami, kami siap tempur.
Pluit  penanda  pertandingan  dimulai  pun berbunyi.  Seketika,  skor  kami  unggul.  Namun, SMA   Dwiwarna   sepertinya   tidak   mudah menyerah, dikejarnya skor kami. Pertandingan ini adalah penentu final, tidak ada kata menyerah di benakku, juga teman – temanku. Skor kami terus berkejaran  namun,  terkadang  terjadi  beberapa keanehan,  seakan  wasit  memihak  tim  tuan rumah. Sekali aku terjatuh karena tertabrak salah seorang  dari  tim  lawan,  namun  akulah  yang mendapatkan  foul.  Juga  beberapa  temanku mengalami kejanggalan yang sama. Membantah wasit   bukanlah   solusi,   tak   peduli   apapun keputusannya,  malah  semangat  kami  semakin berapi. Pertahanan kami perkuat, tak kami beri celah untuk mereka menambah skor. Pluit akhir pertandingan berbunyi, skor saat itu menunjukkan  (16  –  16),  seri.  Babak  overtime harus kami lalui.
Pelatih Dwi Warna A tampak serius mengatur  strategi  mereka,  Coach  Bayu  pun demikian.  Ditengah  ketegangan  dan  riuhnya pendukung tuan rumah yang menyerang mental kami, tetap saja tak ada keraguan di benak kami. Kami   harus   menang.   Babak   overtime   pun dimulai.  Awalnya,  permainan  berjalan  seperti biasa.  Saling  menambah  poin  dan  kemudian saling  bertahan.  Sampai  pada  satu  momen, Yudha   menembak   3   point   yang   membuat pendukung  tuan  rumah  hening  seketika,  dan kami bersorak gembira. Namun, belum sampai disitu, SMA Ibnu Hajar menambah skor lagi dan lagi  yang  membuat  SMA Dwiwarna  kewalahan dan  seakan  menyerah.  Skor  akhir,  (30  –  21). SMA Ibnu Hajar masuk ke babak final. Tak lupa kami ucap syukur dan bersalaman dengan tim tuan rumah. Lagi-lagi usaha kami belum selesai, ada SMA Negeri 1 Bogor menanti di final
Setelah  sholat  Dzuhur  dan  makan  siang, kami  beristirahat.  Beberapa  temanku  memilih untuk menonton pertandingan lainnya, dan aku memilih  untuk  tidur  di  masjid.  Udara  Parung lumayan sejuk waktu itu, ditambah gerimis yang membuat  tidurku  semakin  nyenyak.  Tak  lama, adzan  Ashar  membangunkanku.  Tak  sadar, beberapa menit lagi final akan dimulai. Karena adzan sudah berkumandang, kewajiban tak bias kami hindari. Setelah menunaikan sholat, segera kami  melakukan  pemanasan  dan  turun  ke lapangan.   Sudah   terlihat   SMANSA   sedang melakukan  pemanasan  di  tengah  lapangan. Setelah kami dan SMANSA siap, pertandingan dimulai.  Ada  keraguan  di  benakku,  segera  ku buang itu jauh – jauh. Benar, SMANSA dengan mudah membobol pertahanan kami. Kami belum menyerah, dengan semangat, kami kejar kembali ketertinggalan  itu.  Belum  sempat  kami  samai kedudukan, SMANSA semakin jauh meninggalkan kami.
SMA  Negeri  1  Bogor  sempat  menempati Big  8   di  DBL  Bogor  tahun  lalu.  Kami  pikir, mereka jauh di atas kami. Keraguan tadi timbul kembali, dan benar benar terjadi. Kami terpaksa mengakui  keunggulan  SMANSA  dan  mereka pantas mendapatkannya. Skor akhir (32 – 15), kami kalah. Dengan latihan dan persiapan yang kami  jalani  sebelumnya,  juara  ke  –  2  cukup membuat  kami  senang  dan  bangga  tentunya. Lagi – lagi tak lupa kami mengucapkan syukur, karena sudah lama tak terlihat pajangan baru di lemari   piala.   Alhamdulillah,   sekarang   ada. Walaupun itu juara dua, itu tak apa. tak sabar kami  ingin  menambah  pajangannya.  Doakan saja.

(karya Ali Alamudi, XI IPA 2)





Rabu, 13 Februari 2019

Bismillah...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Era globalisasi sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Pada era ini, segala bentuk informasi mampu menembus dinding yang tebal sekalipun. Hal ini merupakan analogi sebuah pisau bermata dua. Di satu sisi menjadi hal yang positif karena mampu menumbuhkembangkan potensi manusia, tetapi di satu sisi mampu merusak manusia tersebut. Jika kita tidak mempersiapkan dan melakukan tindakan pencegahan dengan baik, sangat mungkin generasi saat ini akan merasakan dampak yang buruk di masa depan.

Menilik hal tersebut, banyak pihak yang terlibat dalam perubahan ini. Orang tua, guru, sekolah, lingkungan masyarakat memiliki andil dalam perubahan. Pendidik sebagai agen perubahan, harus mampu merancang dan merekayasa proses pembelajaran di ruang kelas bahkan di luar kelas. Seorang pendidik harus mampu melihat potensi yang ada dalam peserta didik. Seandainya potensi tersebut lemah bahkan tidak ada, tugas pendidik untuk membangun dan menumbuhkan serta mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik.


Banyak peserta didik yang belajar di IHBS memiliki potensi menulis, hanya saja belum diwadahi secara spesifik dan berkelanjutan sehingga daya tulis tersebut tidak terarah. Di sini, kami menginginkan pembaharuan program untuk mewadahi kegiatan tersebut. Hal ini juga dilandasi semangat yang sudah tertulis jelas dalam Pedoman Akademik SMA IHBS tahun pelajaran 2018-2019, yaitu:
  1. Pada bagian visi tertulis jelas, menjadi lembaga pendidikan Islam maju dan bermutu bermanhaj salafus shalih. 
  2. Pada bagian misi nomor enam yang berbunyi menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menumbuhkan bakat dan minat peserta didik. 
  3. Pada bagian Standar Kompetensi Lulusan SMA IHBS dalam indikator dimensi sikap berbunyi, Jujur dan rendah hati, tidak bergantung pada orang lain, peduli terhadap kesulitan orang lain, dan peka terhadap lingkungan sekitar. 
  4. Indikator dimensi pengetahuan berbunyi, memiliki pola pikir yang ilmiah dalam memecahkan masalah, memahami kaidah penulisan karya ilmiah, memiliki wawasan yang luas dan bersikap kritis. 
  5. Pada bagian indikator dimensi keterampilan berbunyi, memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, berprestasi dalam kompetisi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, menghasilkan karya ilmiah, mampu menjuarai perlombaan. 

Untuk itu, kami tergugah, gelisah dan khawatir jika ini terus berlanjut dan tidak difasilitasi akan menjadikan generasi yang tidak memiliki daya pikir kreatif, wawasan luas, dan semangat untuk merubah diri dan dunia karena dengan menulis seseorang mampu merubah dunia.
Dibentuknya ekstrakulikuler baru yang bisa dinamakan “Kelas Bahasa Indonesia”, diharapkan menjadi wadah peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi menulisnya. Baik menulis sastra atau nonsastra. Tujuan dibentuknya kelas ini untuk membiasakan. Jika santri sudah terbiasa menulis, karya tersebut harus dipublikasikan. Peserta didik akan merasakan pengalaman yang berbeda. Dengan memiliki pengalaman tersebut, kami sangat mengharapkan ada perubahan dan ada hal baik yang muncul atas dibentuknya wadah ini. Untuk itu, pihak sekolah dan lembaga dapat melihat kebermanfaatan dari program baru ini. Untuk kemajuan bersama, kemajuan peserta didik, pendidik, dan sekolah. 
Setelah melalui beberapa pertimbangan, alhamdulillah, pada tanggal 9 Februari 2019 telah dibuka ekstrakulikuler baru di sebuah lembaga pendidikan yang bernama SMA Ibnu Hajar Boarding School. Program ekstrakulikuler ini merupakan suatu wadah kreatif para santri dalam bidang menulis. Mudah-mudahan dengan dilahirkannya ekstrakulikuler ini dapat menjadi suatu cara untuk menumbuhkan daya literasi yang unggul di lingkungan SMA Ibnu Hajar Boarding School.

Sekian sedikit pengantar dari kami, terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
A call-to-action text Contact us